Salam Ruhui Rahayu

STUDI DI SUDAN


A. Sekilas tentang Sudan
Sudan adalah Negara yang terluas di benua Afrika. Sudan meskipun terletak di Afrika, akan tetapi bahasa yang digunakan sehari-hari oleh penduduknya adalah Bahasa Arab. Bahasa arab Sudan sangat mudah dipahamai oleh para pendatang, khususnya orang asing yang kurang pandai berbicara Arab, karena masyarakat Sudan sendiri sering menggunakan Bahasa Arab Fushah (resmi), lebih-lebih ketika berkomunikasi dengan orang-orang asing. Selain itu juga, masyarakat Sudan sangat menghormati keberadaan orang asing, khususnya para pelajar terutama pelajar Indonesia. Orang-orang Sudan sangat ramah, sehingga jarang ditemukan kekacauan atau gangguan-gangguan di jalanan yang membikin orang asing tidak tenang.


Iklim
Sudan memiliki 3 musim dalam 1 tahun, yaitu musim panas, musim dingin dan musim hujan. Hujan debu sekali-kali juga datang melanda. Ketiga musim yang silih berganti tersebut tidaklah membuat para pelajar asing putus asa untuk mencari ilmu di Sudan, bahkan mereka dapat menikmatinya meskipun jarak tempuh antara kampus dan tempat tinggal cukup jauh.

B. Studi Islam di Sudan
Banyak mahasiswa asing yang menuntut ilmu di perguruan tinggi di Sudan. Adapun perguruan-perguruan tinggi Sudan yang banyak diminati oleh mahasiswa Indonesia adalah :
1.      International University of Africa (Universitas Afrika/IUA) 1977
2.      Oum Durman Islamic University (Universitas Islam Oum Durman) 1912-1965
3.      Al-Qur'an University and Islamic Studys (Universitas Al-Qur’an dan Studi-studi Islam) 1990
4.      Al-Neelain University (Universitas al-nielain) 1955
5.      Institute International Khartoum for Arabic Language (biasa disebut Ma’had Dauly)
6.      Sudan University of Science and technology (Unversitas Sudan dan ilmu-ilmu teknologi) 1950-1975
7.      Al-zaiem Al-Azhari University – 6,12,1990 (Universitas Zaiem azhari)
8.      University of Gezira (Universitas Jazira) 9,11,1975
Perguruan-perguruan tinggi diatas adalah yang bisa dimasuki oleh pelajar asing. Sedangkan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Departemen Agama Republik Indonesia, hanya bekerjasama dalam hal beasiswa dengan pihak Sudan hanya pada Universitas Afrika untuk program S-1. Adapun untuk Program S-2, pemerintah Indonesia setiap tahunnya mempunyai jatah beasiswa untuk dua orang dari Institute International Khartoum for Arabic Language.
Sementara untuk perguruan tinggi lainnya, mahasiswa Indonesia dapat mengajukan sendiri permohonan keringanan biaya kuliah, dengan meminta rekomendasi dari Kedutaan Republik Indonesia (KBRI) di Sudan atau dengan menulis surat permohonan yang ditujukan kepada rektor universitas masing-masing. Ada juga yang mencari sponsor dari pihak Sudan untuk mendapatkan keringanan biaya kuliah ataupun beasiswa.
Khusus untuk program S-2 dan S-3, banyak sekali mahasiswa Indonesia yang terjun bebas. Artinya mereka datang ke Sudan tanpa sponsor ataupun beasiswa dari pemerintah Indonesia.

Sistem Perkuliahan Secara Umum
Untuk sistem pengajaran di ruang kampus, mahasiswa banyak dituntut untuk hadir di kelas karena ketatnya sistem absensi. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat mendengar langsung informasi dari para dosen pengajar. Adapun bahasa yang digunakan di kampus adalah bahasa fushah (bahasa Arab resmi), hal inilah yang membuat mahasiswa tidak cepat bosan mendengar penjelasan dari para dosen.
Ketika mahasiswa kurang jelas dalam memahami mata kuliah yang disampaikan, dia dapat langsung menemui dosen yang bersangkutan di ruang dosen, masjid, rumah atau di manapun tempatnya. Bahkan mahasiswa bisa menghubungi dosen melalui telepon dan membuat janji untuk bertemu, khususnya bagi program S-2 dan S-3 yang sedang menulis tesis atau disertasi. Hal ini sangat membantu mahasiswa dalam proses belajar. Terkadang sebagian dosen memberikan tugas makalah (bahts) kepada mahasiswa. Masa yang ditempuh selama kuliah pada masing-masing universitas, untuk S-1 minimal 4 tahun dan untuk S-2 dan S-3 adalah 2 tahun sampai 4 tahun.

C. Prosedur Pendaftaran
Syarat-syarat yang Diperlukan
Khusus untuk Universitas Africa, syarat-syarat yang diperlukan adalah:
-          Mengikuti tes yang diadakan Depag
-          Menyerahkan photokopi ijazah yang sudah silegalisasi oleh pemerintah setempat
-          Menyerahkan transkip nilai dengan terjemahan yang diakui oleh pemerintah Indonesia
-          Menyerahkan surat keterangan kelakuan baik (SKKB) dari kepolisian
-          Menyerahkan surat keterangan sehat dari rumah sakit yang telah ditentukan oleh pemerintah
-          Menyerahkan akte kelahiran
-          Paspor
Perlu diingat di sini, bahwa syarat-syarat tersebut sudah dalam bentuk terjemahan.

Pendaftaran Program Pasca di Perguruan Tinggi Sudan Secara Umum
Adapun untuk program S-2 dan S-3, selain mengikuti tes bersama di Depag, biasanya mahasiswa Indonesia langsung datang ke Sudan, dan paling tidak sudah membawa syarat-syarat seperti di atas dan diproses di negara yang bersangkutan. Atau mereka setelah selesai program S-1 langsung melanjutkan S-2 dan setelah S-2 langsung daftar S-3.
Mungkin bisa dikatakan pengurusan administrasi di Sudan berbeda jauh dengan di negara kita. Di Sudan untuk urusan pendaftaran tidak bisa selesai dalam satu atau dua hari, bahkan bisa sampai satu bulan, khususnya program S-3, karena perlu menunggu sidang judul terlebih dahulu.

Biaya Okomodasi
Biaya hidup di Sudan terhitung mahal, terutama biaya sewa rumah. Para mahasiswa biasanya mengatasi hal ini dengan menyewa secara bersamaan dengan teman yang lain. Sewa rumah di Mesir mungkin bisa US$ 50 dalam perbulan, akan tetapi di Sudan rata-rata harga sewa rumah di atas US$ 100, ini belum termasuk biaya air, listrik dan makan.

Kesempatan Mendapatkan Beasiswa
Untuk mendapatkan beasiswa kuliah, dalam hal ini program S-2 dan S-3 selain Universitas Africa dan Ma’had Dauly, dulu para mahasiswa dapat meminta surat pengantar dari KBRI di Sudan yang kemudian ditujukan kepada Kementrian Pendidikan Tinggi Sudan untuk mendapatkan beasiswa. Akan tetapi untuk saat ini, pengurusan semacam ini sudah tidak berlaku lagi.
Saat ini, para mahasiswa mendapatkan beasiswa dengan memanfaatkan kerjasama yang dilakukan antara universitas-universitas tertentu di Indonesia dengan universitas-universitas tertentu yang ada di Sudan. Ada juga yang memanfaatkan kerjasama antara organisasi yang ada di Indonesia, seperti NU dan Muhammadiyah, dengan universitas-universitas tertentu yang ada di Sudan.
Akhirnya, semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca dan semoga kesuksesan selalu menyertai setiap usaha kita.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme